Bogor Tengah, Kota Bogor - Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat, Babinsa Kelurahan Ciwaringin Koramil 06-01/Bogor Tengah Kodim 0606/Kota Bogor, Sertu Dedi Jumaedi, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dan silaturahmi bersama warga di Jalan RE Martadinata RT 01 RW 11, Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (17/09/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas adanya laporan dan pengaduan masyarakat terkait perselisihan antarsesama warga mengenai aktivitas pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang Jalan RE Martadinata, khususnya di area depan Masjid Assofia. Perbedaan pandangan mengenai pemanfaatan lokasi berjualan tersebut menimbulkan kesalahpahaman yang memerlukan penyelesaian secara bijaksana agar tidak berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih luas.
Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, Babinsa mempertemukan seluruh pihak yang berkepentingan untuk membangun komunikasi yang sehat dan produktif. Melalui dialog terbuka, setiap warga diberikan kesempatan menyampaikan pandangan, keberatan, maupun harapannya sehingga akar persoalan dapat dipahami secara utuh dan objektif. Dari hasil pembahasan yang berlangsung, diperoleh kesepahaman bahwa lokasi yang digunakan untuk berjualan merupakan area fasilitas sosial dan fasilitas umum yang pemanfaatannya tetap harus memperhatikan ketentuan lingkungan serta memperoleh persetujuan dari unsur RT dan RW setempat.
Babinsa Kelurahan Ciwaringin, Sertu Dedi Jumaedi, menjelaskan bahwa pendekatan persuasif dan komunikasi yang baik merupakan langkah paling efektif dalam menyelesaikan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, setiap perbedaan pandangan harus diarahkan menjadi ruang musyawarah sehingga menghasilkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga menjaga hubungan baik antarwarga.
"Kami hadir untuk mendengarkan seluruh pihak dan memastikan setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai melalui musyawarah. Alhamdulillah, setelah diberikan pemahaman dan edukasi, warga dapat menerima solusi yang disepakati bersama. Yang terpenting bukan hanya selesainya masalah, tetapi tetap terjaganya persaudaraan, kerukunan, dan ketenteraman lingkungan, " ujar Sertu Dedi Jumaedi.
Salah seorang mitra binaan yang mengikuti kegiatan tersebut mengapresiasi langkah cepat dan pendekatan humanis yang dilakukan Babinsa dalam menindaklanjuti aduan masyarakat. Menurutnya, kehadiran Babinsa mampu menciptakan suasana dialog yang sejuk sehingga seluruh pihak dapat menemukan titik temu tanpa menimbulkan perpecahan.
"Kami merasa terbantu karena persoalan ini ditangani dengan cara yang baik dan mengedepankan musyawarah. Semua pihak diberikan kesempatan untuk berbicara dan menyampaikan pendapatnya. Pada akhirnya kami memahami posisi masing-masing dan sepakat menjaga ketertiban lingkungan demi kepentingan bersama, " ungkapnya.
Danramil 06-01/Bogor Tengah, Kapten Inf Sunari, menilai bahwa komunikasi sosial merupakan instrumen penting dalam menjaga stabilitas wilayah. Ia menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang muncul.
"Pembinaan teritorial tidak cukup hanya dilakukan melalui pemantauan wilayah, tetapi juga melalui kedekatan emosional dengan masyarakat. Ketika komunikasi berjalan dengan baik, setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana tanpa menimbulkan dampak yang berpotensi mengganggu kondusivitas wilayah, " ujar Kapten Inf Sunari.
Sementara itu, Dandim 0606/Kota Bogor, Kolonel Kav. Gan Gan Rusgandara, menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat harus ditindaklanjuti secara cepat, objektif, dan proporsional. Menurutnya, kemampuan aparat kewilayahan dalam membangun ruang dialog merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial di lingkungan masyarakat.
"Kami selalu mendorong Babinsa untuk hadir di tengah warga, mendengar langsung berbagai aspirasi dan persoalan yang berkembang. Penyelesaian melalui musyawarah merupakan wujud kearifan sosial yang harus terus dipelihara karena mampu menghasilkan solusi yang diterima seluruh pihak serta memperkuat persatuan masyarakat, " tegas Kolonel Kav. Gan Gan Rusgandara.
Komandan Korem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Thomas Rajunio, menyampaikan bahwa keberhasilan pembinaan teritorial sejatinya tercermin dari kemampuan aparat dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui tindakan nyata yang bermanfaat.
"Prajurit teritorial harus mampu menjadi bagian dari solusi atas setiap dinamika sosial yang terjadi di wilayah binaannya. Ketika masyarakat merasa didengar, dihargai, dan dibantu dalam menyelesaikan persoalan, maka stabilitas dan ketahanan wilayah akan semakin kuat, " kata Brigjen TNI Thomas Rajunio.
Senada dengan hal tersebut, Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, menegaskan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat harus diwujudkan melalui pengabdian yang nyata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Prajurit Siliwangi harus selalu hadir membantu mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya. Kepedulian, komunikasi yang baik, dan kemampuan membangun kebersamaan merupakan fondasi penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat, " tegas Mayjen TNI Kosasih.
Kegiatan Komunikasi Sosial yang dilaksanakan Babinsa Kelurahan Ciwaringin tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Tercapainya kesepahaman antara warga menjadi bukti bahwa pendekatan dialogis dan musyawarah masih menjadi sarana paling efektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tingkat lingkungan, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga ketenteraman dan persatuan di wilayah Kota Bogor.

dedi Jumaedi01